Herbacore.id - Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan. Tanaman ini berasal dari Indonesia khusunya dari Pulau Jawa. Temulawak bisa tumbuh hingga lebih dari 1 meter lo, Ladies. Tanaman ini berbatang semu, yang berarti bahwa bagian dari pelepah duan tumbuh tegak dan saling tumpang tindih. Daun dan batangnya berwarna hijau atau coklat. Rimpang temulawak terbentuk sempurna dan kuat, rimpang ini cukup susah untuk ditarik dari dalam tanah. Biasanya, rimpang berwarna kemerahan, coklat, kuning tua, atau bahkan hijau gelap.
Kandungan pada Temulawak
Berikut ini kandungan yang ada pada temulawak:
- Sebanyak 79,96% terdiri dari karbohidrat.
- 0,80% serat.
- 1,52% protein.
- 1,35% lemak.
- 15 mg/Kg kurkumin.
- 11,45 mg/Kg kalium.
- 19,07 mg/Kg kalsium.
Selain itu, terdapat kandungan-kandungan lainnya yang jarang ditemui pada tanaman lainnya seperti phellandren, turmerol, dan borneol.
Manfaat Temulawak untuk Kesehatan
Mengatasi Masalah Pencernaan
Temulawak dapat merangsang produksi cairan empedu di kantong empedu. Tentu saja hal ini membantu pencernaan serta metabolisme makanan dalam tubuh. Tidak hanya itu, menurut para ahli, temulawak juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, membantu pencernaan yang tidak lancar, dan meningkatkan nafsu makan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology meminta pasien yang mengalami peradangan usus untuk mengonsumsi temulawak setiap harinya. Hasilnya, kelompok pasien tersebut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok pasien yang tidak mengonsumsi temulawak.
Mencegah serta membantu pengobatan kanker
Meski masih sangat sedikit penelitian yang tersedia terkait manfaat temulawak dengan pengobatan kanker, beberapa ahli percaya akan khasiat tanaman ini. Temulawak dapat berguna untuk membantu pengobatan kanker prostat, kanker payudara, dan kanker usus. Manfaat temulawak ini didukung dengan sebuah riset yang dilakukan pada tahun 2001, yang menyatakan bahwa temulawak dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan kanker prostat. Para peneliti dari University of Maryland Medical Center menjelaskan bahwa bahan-bahan herbal mungkin bisa membantu menghentikan pertumbuhan kanker berkat zat antioksidan yang terkandung di dalam obat herbal, termasuk temulawak.
Antibakteri dan antijamur
Temulawak mengandung berbagai senyawa antibakteri dan antijamur. Kandungan antibakteri dalam temulawak memiliki manfaat terutama cukup efektif untuk membasmi bakteri jenis Staphylococcus dan Salmonella. Sementara senyawa antijamurnya cukup ampuh menghilangkan jamur dari golongan dermatofita.
Menjaga kesehatan liver
Menurut Scientific Research Journal, ekstrak temulawak terbukti memiliki manfaat dalam melindungi hati dari hepatotoksin, seperti karbon tetraklorida dan acetaminophen. Hepatotoksin adalah bahan kimia yang menyebabkan efek buruk pada hati. Dengan begitu, temulawak menjadi salah satu bahan alami yang bisa dijadikan pilihan untuk membantu menjaga kesehatan hati.
Sebagai Antiradang
Temulawak mengandung senyawa antiradang yang bisa menghambat produksi prostaglandin E2 yang memicu peradangan. Oleh karena itu, kandungan antiradang di dalamnya membantu mengatasi penyakit akibat peradangan di dalam tubuh seperti radang sendi.
Mengatasi Jerawat
Dalam dunia kecantikan, temulawak juga bisa digunakan untuk mengatasi jerawat. Ini karena temulawak memiliki sifat astringent. Astringent bermanfaat untuk mengurangi produksi minyak dari kelenjarnya. Selain itu, kandungan antiseptik di dalamnya juga bisa membantu membersihkan kulit dari bakteri penyebab jerawat. Dengan begitu, jerawat yang meradang akan berangsur membaik dan sembuh.
Sumber:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-temulawak/#gref
