Herbacore.id - Temu putih (Curcuma zedoaria) atau kunyit putih adalah tanaman semusim dengan karakteristik daun berbentuk bundar dan berwarna hijau muda. Rimpang temu putih tumbuh pendek, banyak serat, berwarna pucat, serta memiliki bau yang khas dan rasa yang pahit. Meski tidak sepopuler kunyit kuning, temu putih juga sudah banyak digunakan sebagai obat tradisional di China ataupun Jepang. Pasalnya, ia memiliki kandungan dengan potensi besar untuk dikembangkan menjadi obat yang digunakan dalam dunia medis modern. Tanaman ini adalah asli dari India dan Indonesia, namun juga telah dibudidayakan di Eropa, Amerika Serikat, dan berbagai wilayah Asia lainnya.
Kandugan pada Temu Putih
Temu putih merupakan tanaman herbal yang terkenal karena mengandung senyawa kimia bernama kurkuminoid dan flavonoid. Namun, rimpang temu putih ini juga mengandung minyak atsiri, astringensia, sulfur, dan sedikit lemak. Kandungan lain yang memiliki potensi untuk kesehatan manusia adalah alkaloid, phenol, saponin, glikosida, steroid, dan terpenoid.
Manfaat Temu Putih untuk Kesehatan
Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker
Temu putih memiliki kandungan kurkominoid, flavonoid, bisdemothxycurcumin, demothxycurcumin, dan ethyl pmethoxycinnamate yang dipercaya sebagai zat antikanker. Sebuah penelitian menemukan bahwa hal tersebut dapat mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker ovarium dan kanker usus besar. Penelitian lain menemukan bahwa pemberian ekstrak sederhana dari temu putih bisa menurunkan pertumbuhan dari sel tumor. Namun, klaim ini baru sebatas uji coba pada tikus di laboratorium sehingga efektivitasya pada manusia masih perlu diuji lebih dalam.
Menghambat Perkembangan Bakteri
Ekstrak temu putih juga dapat menghambat perkembangan bakteri Streptococcus viridians penyebab sepsis dan pneumonia atau meningitis pada bayi pada orang yang memiliki neutrofil yang sangat sedikit dalam darah (neutropenia). Sebuah penelitian juga menemukan bahwa temu putih juga bermanfaat sebagai antimikroba terhadap bakteri Gram positif maupun negatif, seperti Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Stahphylococcus aureus.
Mengatasi Gejala Alergi
Temu putih bermanfaat untuk menghambat pelepasan beta-hexosaminidase yang menyebabkan munculnya gejala alergi. Manfaat ini didapat dari kandungan kurkumin yang ada di dalamnya.
Penangkal Racun
Satu lagi manfaat dari temu putih, yakni sebagai penangkal racun ular atau hewan berbisa lainnya. Sebab, kandungan dalam temu putih dapat merusak neurotoksin dan enzim padaracun ular yang bisa melumpuhkan tubuh jika tidak segera diatasi.
Menjaga Kesehatan Pencernaan
Temu putih dikenal sebagai obat yang ampuh dalam menangani masalah pada pencernaan. Minyak esensial yang terkandung dalam tanaman ini dipercaya bisa bermanfaat untuk prngobatan kolik, kejang otot, penurunan nafsu makan, cacingan, perut kembung, jarang buang air besar, hingga mengatasi lidah yang terasa pahit. Temu putih juga bermanfaat sebagai bantuan amali dalam mencegah peradangan usus yang diakibatkan oleh stres.
Meringankan Gejala Tidak Enak Badan
Tidak enak badan memang bukan istilah medis, namun masyarakat mengenalinya sebagai kumpulan gejala, seperti demam, batuk, perut kembung, muntah, hingga badan terasa menggigil. Berdasarkan penelitian, semua gejala tersebut dapat menjadi lebih ringan jika kita mengonsumsi temu putih. Manfaat temu putih ini juga berkaitan dengan sifatnya yang mirip obat ekspektoran dan penawar rasa sakit. Temu putih juga bisa bersifat diuretik alias memperlancar pembentukan urine sehingga tubuh akan mengeluarkan racun lewat buang air kecil.
Sumber:
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/18/165512020/manfaat-temu-putih-saudara-kunyit-kuning-dengan-segudang-khasiat?page=all
